Departemen Kesehatan Provinsi Lang Son terus memperkuat kemitraan internasional untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia di sektor medis. Langkah strategis ini diambil guna memenuhi kebutuhan integrasi layanan kesehatan yang kian berkembang pesat, dengan menitikberatkan pada pelatihan dan pengembangan profesional berkelanjutan.

Saat ini, sektor kesehatan di provinsi tersebut ditopang oleh lebih dari 2.500 tenaga medis, yang meliputi 675 dokter, 759 perawat, dan 160 apoteker. Dalam upaya mengoptimalkan kapasitas mereka, kerja sama medis lintas batas dengan Daerah Otonom Guangxi Zhuang, Tiongkok, menjadi salah satu program unggulan. Sejak tahun 2024, sebanyak 48 staf medis telah dikirim ke Tiongkok untuk mempelajari berbagai bidang kedokteran modern, termasuk kecerdasan buatan (AI) dalam kesehatan, epidemiologi, hingga manajemen rumah sakit.

Rumah Sakit Pengobatan Tradisional Provinsi menjadi salah satu unit yang aktif memanfaatkan program ini dengan mengirimkan 15 staf dalam tiga tahun terakhir. Direktur rumah sakit, Bui Thi Man, menjelaskan bahwa wilayah Guangxi memiliki keunggulan komparatif dalam pengembangan kebun herbal dan integrasi pengobatan tradisional dengan rehabilitasi medis. Melalui program ini, staf dapat menyerap teknik pengelolaan kebun herbal model serta pengembangan formula obat yang lebih efektif untuk diterapkan di daerah asal mereka.

Selain pengobatan tradisional, bidang rehabilitasi medis juga merasakan dampak signifikan dari kerja sama ini. Rumah Sakit Rehabilitasi Provinsi secara berkala mengirimkan tenaga medisnya ke luar negeri demi mengadopsi metode pemulihan terbaru bagi pasien pascastroke, cedera, dan pascaoperasi. Dr. Hoang Quyet Thang, Kepala Departemen Terapi Fisik dan Okupasi, menceritakan pengalamannya saat menjalani pelatihan di Rumah Sakit Jiangxin, Guangxi. Ia berhasil mengadopsi sistem manajemen modern dan pendekatan multidisiplin yang kini membantu mempercepat pemulihan pasien secara personal.

Transformasi digital juga mulai diterapkan di Rumah Sakit Umum Provinsi setelah kepala keperawatannya, Nguyen Thi Lieu, mengikuti pelatihan kecerdasan buatan di Tiongkok pada pertengahan 2026. Hasil dari pelatihan tersebut diimplementasikan dalam bentuk digitalisasi rekam medis dan sistem peringatan dini otomatis. Langkah inovatif ini terbukti berhasil meningkatkan keselamatan pasien dan efisiensi kerja para perawat di lapangan.

Keberhasilan program peningkatan kapasitas ini berkontribusi langsung pada lonjakan kualitas layanan kesehatan di Provinsi Lang Son. Pada tahun 2025, kunjungan rawat jalan diproyeksikan menembus angka 1,2 juta kunjungan, melampaui target yang ditetapkan. Sektor kesehatan setempat berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan melanjutkan program pelatihan internasional ini guna menjadikan transfer ilmu sebagai motor penggerak utama layanan kesehatan masyarakat.