Pasar aset digital kembali mencuri perhatian setelah token berbasis kecerdasan buatan, DeXe (DEXE), mencatatkan kenaikan luar biasa mencapai lebih dari 750% sepanjang tahun 2026. Pertumbuhan nilai aset ini bahkan melampaui performa saham-saham teknologi global papan atas, termasuk raksasa semikonduktor Nvidia dan Samsung, menjadikannya salah satu aset dengan performa terbaik di pasar kripto saat ini.

Kenaikan drastis harga DEXE dipicu oleh fenomena short squeeze yang intens di pasar derivatif. Data pasar menunjukkan bahwa sekitar 96% dari total likuidasi terbaru berasal dari posisi short, yang menegaskan dominasi momentum bullish di kalangan pelaku pasar. Saat ini, token tersebut diperdagangkan pada kisaran harga 24 hingga 27 dolar AS dengan kapitalisasi pasar menyentuh angka 2,3 miliar dolar AS.

Secara teknikal, indikator grafik menunjukkan potensi tren kenaikan lanjutan yang dapat mendorong harga DEXE menuju level psikologis baru di angka 46 dolar AS. Meski demikian, para analis pasar memberikan catatan kewaspadaan. Indeks Kekuatan Relatif (RSI) yang kini berada di ambang angka 70 memberikan sinyal bahwa aset tersebut telah memasuki zona jenuh beli, yang berpotensi memicu koreksi teknis dalam jangka pendek sebelum kembali melanjutkan tren positifnya.

Sentimen pasar terhadap DeXe semakin diperkuat oleh lonjakan volume perdagangan yang meningkat hingga 201% dalam 24 jam terakhir. Peningkatan aktivitas on-chain serta meningkatnya minat investor terhadap token tata kelola berbasis AI menjadi fondasi utama di balik kepercayaan publik. Keberhasilan DEXE ini turut mendongkrak performa aset lain di pasar, termasuk MemeCore dan Worldcoin yang juga mencatatkan apresiasi signifikan dalam periode yang sama.