Jalur pendakian klasik Gunung Raung via Desa Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, kini menjadi primadona bagi para pencinta alam. Selama musim libur, jumlah pengunjung tercatat meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa, dengan wisatawan yang datang tidak hanya dari skala regional, tetapi juga dari berbagai provinsi di Indonesia hingga mancanegara.
Kurniawan, salah satu pengelola pendakian, mengungkapkan bahwa pesona Gunung Raung sebagai bagian dari Seven Summits Pulau Jawa serta keindahan panorama kawahnya menjadi daya tarik utama. Para pendaki memiliki preferensi perjalanan yang bervariasi, mulai dari sistem berkemah hingga metode tek-tok bagi mereka yang ingin menaklukkan puncak setinggi 3.332 mdpl tersebut dalam satu waktu.
Guna memastikan keamanan, pengelola mewajibkan seluruh calon pendaki untuk mengikuti sesi pengarahan (briefing) sebelum memulai perjalanan. Protokol ini sangat ditekankan, terutama untuk mengantisipasi pendaki pemula serta memastikan kesehatan fisik setiap individu agar risiko kecelakaan di gunung dapat diminimalisir.
Di sisi lain, melonjaknya aktivitas pendakian membawa angin segar bagi perekonomian warga lokal di Kecamatan Sumberwringin. Camat Sumberwringin, Probo Nugroho, menyatakan bahwa sektor jasa ojek, penyewaan perlengkapan, hingga penginapan rakyat mengalami peningkatan omzet yang signifikan, di mana pengemudi ojek dapat mengantongi hingga Rp500 ribu per hari.
Kendati demikian, pihak pemerintah setempat tetap mengimbau masyarakat dan pendaki untuk tetap waspada terhadap dinamika aktivitas vulkanik gunung. Sinergi antara pengembangan fasilitas pendukung, pelestarian lingkungan melalui kegiatan bersih gunung, dan kepatuhan terhadap arahan petugas pos pengamatan menjadi kunci utama keberlanjutan sektor pariwisata di kawasan tersebut.