Jalur pendakian klasik di Desa Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, kini menjadi primadona bagi para penggiat alam bebas. Selama periode liburan ini, tercatat lonjakan jumlah pendaki hingga tiga kali lipat, di mana angka kunjungan yang biasanya hanya berada di kisaran puluhan orang, kini melonjak hingga ratusan pendaki setiap pekannya.
Gunung Raung dengan ketinggian 3.332 meter di atas permukaan laut (mdpl) memang memiliki daya tarik tersendiri. Sebagai salah satu bagian dari tujuh puncak tertinggi di Pulau Jawa (Seven Summits), destinasi ini tidak hanya menarik minat pendaki lokal, namun juga wisatawan dari berbagai pelosok tanah air seperti Papua dan Sulawesi, bahkan mancanegara. Panorama matahari terbit dan kemegahan Kaldera Kawah Raung menjadi latar utama yang paling diincar oleh para pengunjung.
Kurniawan, pengelola pendakian setempat, menyebutkan bahwa pola pendakian yang dilakukan wisatawan cukup bervariasi, mulai dari yang memilih bermalam dengan berkemah hingga sistem 'tek-tok' atau pendakian langsung dalam sehari. Untuk menjamin keselamatan, pengelola menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat, termasuk sesi pengarahan wajib, pemeriksaan kesehatan, hingga kewajiban membawa obat-obatan pribadi bagi pendaki dengan riwayat penyakit tertentu.
Peningkatan aktivitas ini membawa angin segar bagi perekonomian warga Desa Sumberwringin. Camat Sumberwringin, Probo Nugroho, mengungkapkan bahwa perputaran uang di sektor ini dirasakan langsung oleh penyedia jasa ojek, pemandu wisata, hingga pengelola penginapan. Omzet jasa ojek menuju pos Pondok Motor bahkan mampu menembus angka Rp500 ribu per pengemudi pada akhir pekan.
Di samping euforia peningkatan kunjungan, pihak otoritas tetap menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan bersih gunung yang rutin dilakukan Bumdes Raung Asri. Terakhir, para pendaki diingatkan untuk selalu memantau perkembangan status vulkanik Gunung Raung yang fluktuatif serta mematuhi seluruh arahan dari petugas pos pengamatan gunung api demi keamanan bersama.