Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) III dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin sukses menyelenggarakan seminar akhir sebagai penanda berakhirnya masa pengabdian di Kelurahan Manorang Salo, Kabupaten Soppeng. Acara yang dihelat di Aula UPTD Dinas Pendidikan setempat ini menjadi ajang refleksi atas implementasi program bertajuk “Bergerak Bersama Mewujudkan Manorang Salo yang Sehat dan Bersih” atau disingkat SERASI.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengadopsi pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Metode ini menitikberatkan pada optimalisasi aset serta sumber daya lokal yang telah dimiliki masyarakat untuk menjadi motor penggerak pemberdayaan kesehatan di wilayah tersebut.
Koordinator Desa PBL III, Alya Putri Sangker, merinci bahwa terdapat empat pilar utama dalam program SERASI. Program tersebut mencakup edukasi pengelolaan limbah rumah tangga, sosialisasi pencegahan hipertensi dan diabetes melitus, aktivasi senam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), serta inisiatif cek kesehatan gratis dan aksi gotong royong kebersihan lingkungan secara berkala.
Lebih lanjut, Alya menekankan bahwa keberlanjutan program menjadi fokus utama bagi timnya. Dengan melibatkan partisipasi aktif warga, diharapkan inisiatif ini tidak berhenti seiring berakhirnya masa PBL, melainkan terus berlanjut sebagai budaya hidup masyarakat. Evaluasi yang disusun selama kegiatan diharapkan menjadi panduan bagi warga dalam merancang strategi kesehatan mandiri di masa mendatang.