Pixar Animation Studios resmi melanjutkan perjalanan waralaba legendarisnya lewat Toy Story 5 yang mulai menyapa penonton Indonesia sejak 17 Juni 2026. Di bawah arahan sutradara Andrew Stanton, sekuel kelima ini membawa perspektif segar dengan mengangkat kegelisahan nyata mengenai pergeseran pola bermain anak-anak akibat ketergantungan pada gawai.

Cerita bermula saat Bonnie, yang kini berusia delapan tahun, mulai menarik diri dari pergaulan sosial akibat pengaruh gawai. Situasi semakin pelik ketika orang tuanya memperkenalkan Lilypad, sebuah tablet pintar berbentuk katak yang mendominasi keseharian Bonnie. Kehadiran perangkat ini memaksa Woody, Buzz Lightyear, dan kawan-kawan berhadapan langsung dengan tantangan eksistensial di tengah dunia yang kian digital.

Film ini tidak sekadar menyuguhkan petualangan biasa, melainkan menjadi cermin bagi orang tua modern dalam menanggapi fenomena anak yang terpaku pada layar. Melalui visual yang kontras antara tekstur mainan analog dan kilau layar digital, Pixar berhasil membangun narasi emosional tentang relevansi persahabatan di tengah derasnya arus teknologi.

Meskipun terdapat sedikit kerumitan pada pengenalan karakter di awal durasi 102 menit, performa vokal yang kuat serta komposisi musik dari Randy Newman tetap mampu menjaga kedalaman emosi cerita. Toy Story 5 akhirnya menjadi ruang refleksi bagi penonton tentang pentingnya menjaga hubungan emosional dan menghargai diri sendiri di tengah gempuran tren digital yang serba cepat.