Mayoritas warga berusia 40 hingga 80 tahun di Desa Jilatang, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, teridentifikasi mengidap hipertensi atau tekanan darah tinggi. Temuan ini diperoleh setelah mahasiswa Program Belajar Lapangan (PBL) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Teuku Umar (UTU) melakukan pemeriksaan kesehatan dari rumah ke rumah (home visit) bersama kader Posyandu setempat.
Berdasarkan hasil evaluasi kesehatan di lapangan, tingginya prevalensi hipertensi di desa tersebut dipicu oleh gaya hidup yang kurang sehat. Faktor-faktor utama yang berkontribusi meliputi dominasi pola makan tinggi garam, minimnya aktivitas fisik harian, serta kebiasaan begadang yang masih kerap dilakukan oleh warga.
Merespons kondisi tersebut, tim mahasiswa yang terdiri atas Nurul Pahrisa, Novi Arsinta, Novi Firmadanti, Nisa Mahfirah, dan Syarifah Murtisa langsung memberikan edukasi medis secara personal. Mereka mengampanyekan gerakan "Isi Piringku untuk Mencegah Hipertensi" di Posyandu Desa Jilatang. Edukasi interaktif ini disambut antusias oleh 25 warga, melonjak jauh dari target awal yang hanya memperkirakan kehadiran 15 orang.
Keuchik (Kepala Desa) Jilatang, Edi Mulyadi, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif konkret para mahasiswa. Menurutnya, pemahaman praktis mengenai pembatasan konsumsi garam dan pengelolaan menu seimbang sangat membantu warga mengubah pola hidup secara mandiri. Upaya literasi kesehatan ini juga diperkuat dengan pemasangan poster edukasi permanen di area publik Posyandu.
Selain menyasar warga, program pengabdian ini juga memperkuat kapasitas kelembagaan kader kesehatan melalui kompetisi "Laga Cermat Kader Antar-gampong" se-Kecamatan Samadua. Dalam ajang uji kompetensi pelayanan kesehatan yang dihadiri oleh Camat Samadua, Muhammad Iqbal, kader dari Desa Jilatang sukses meraih Juara I. Camat mengapresiasi kolaborasi mahasiswa yang dinilai efektif meningkatkan kompetensi kader sebagai garda terdepan layanan desa.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Teungku Nih Farisni, S.K.M., M.Kes., menekankan bahwa program terpadu ini merupakan wujud integrasi keilmuan akademis yang bersifat promotif dan preventif. Melalui intervensi dini dan penguatan kapasitas kader lokal, diharapkan kesadaran masyarakat Desa Jilatang untuk menerapkan pola hidup sehat guna mencegah penyakit tidak menular dapat terus terjaga secara berkelanjutan.