Institut Kebudayaan, Seni, Olahraga, dan Pariwisata Vietnam baru saja menyelenggarakan program pelatihan strategis yang dirancang khusus bagi para pimpinan, manajer, dan aparatur sipil negara. Inisiatif ini bertujuan untuk memperbarui wawasan dan keterampilan profesional dalam menghadapi tantangan integrasi internasional yang semakin kompleks di sektor kebudayaan.
Dr. Mai Thi Thuy Huong, Wakil Direktur Institut, menegaskan bahwa diplomasi budaya bukan sekadar ajang pertukaran nilai, melainkan instrumen krusial dalam membangun identitas nasional di peta dunia. Melalui penguasaan kebijakan dan regulasi global, para peserta diharapkan mampu membawa nilai-nilai luhur budaya nasional ke pasar global sekaligus menyerap selektif keunggulan budaya dari bangsa lain.
Kurikulum pelatihan kali ini mencakup topik-topik mendalam seperti strategi budaya luar negeri, implementasi konvensi UNESCO, serta pengembangan industri kreatif sebagai bentuk kekuatan lunak (soft power). Para peserta diajak untuk membedah bagaimana warisan budaya takbenda dapat dikelola secara optimal guna mendukung hubungan luar negeri yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Nguyen Van Tinh, mantan Direktur Departemen Kerja Sama Internasional, menyoroti bahwa diplomasi budaya merupakan cerminan dari kekuatan internal sebuah bangsa. Ia menekankan pentingnya sinergi antara Negara sebagai regulator dan masyarakat sebagai pelaku dalam mempromosikan perdamaian dan persahabatan, yang pada akhirnya akan meningkatkan posisi tawar serta prestise negara di arena internasional.
Pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan standarisasi dalam pengelolaan urusan negara di sektor terkait, sekaligus memastikan bahwa setiap langkah diplomasi budaya sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan. Dengan integrasi kebijakan yang tepat, budaya diposisikan sebagai pilar strategis dalam meningkatkan daya saing bangsa di kancah global.