Industri film tanah air kembali diramaikan oleh sajian horor bertajuk 'Petaka Gunung Welirang' yang resmi meluncur di layar lebar pada 2 Juli 2026. Film berdurasi 105 menit ini mengangkat kisah perjalanan lima sahabat—Arga, Naya, Satria, Noval, dan Tita—yang berencana merayakan kelulusan melalui pendakian, namun justru terjebak dalam teror mistis di kawasan Alas Lali Jiwo.
Cerita ini lahir dari refleksi pengalaman pribadi seorang vlogger pendaki, Maya Azka, yang kemudian dikembangkan menjadi naskah matang oleh penulis Upi Avianto. Di bawah arahan sutradara Indra Gunawan dan produser Chand Parwez Servia dari rumah produksi Kharisma Starvision Plus, film ini tidak hanya menjual elemen horor, tetapi juga menonjolkan dinamika emosional dan konflik persahabatan yang mendalam.
Kekuatan visual film ini didukung oleh lokasi syuting yang autentik di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Dengan memanfaatkan latar ikonik seperti Gunung Welirang, Air Terjun Putuk Truno, dan Jendela Langit, sinematografi yang dihasilkan mampu membangun atmosfer mencekam sekaligus memamerkan keindahan alam daerah setempat. Kehadiran film ini pun mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah sebagai sarana promosi wisata.
Sambutan masyarakat terhadap film ini tergolong sangat impresif. Pada hari penayangan perdananya, 'Petaka Gunung Welirang' sukses menyedot 92.166 penonton. Angka tersebut menjadi bukti kuat bahwa kombinasi antara mitologi lokal dan narasi drama horor pendakian tetap memiliki daya pikat tinggi bagi pencinta film di Indonesia.
Meskipun mengusung premis yang familier, pendekatan emosional yang ditawarkan menjadikan film ini layak diapresiasi. Dengan keseimbangan antara ketegangan dan pengembangan karakter, tidak mengherankan jika karya ini mendapatkan penilaian positif dengan skor 7,5 dari 10, menjadikannya salah satu tontonan wajib bagi penggemar horor tahun ini.