Era baru tata kota berbasis teknologi pintar mulai direalisasikan secara nyata. Melalui Konferensi Ilmiah Internasional tentang Ketahanan melalui Teknologi dan Desain (RTD 2026) bertajuk "FutureScape", Universitas Ekonomi Kota Ho Chi Minh (UEH) bersama para mitra global merumuskan peta jalan pembangunan kota cerdas yang berkelanjutan agar tidak lagi sekadar menjadi wacana akademis di laboratorium.

Acara yang berlangsung pada pertengahan Juli ini merupakan implementasi konkret dari komitmen strategis untuk memosisikan inovasi iptek sebagai pilar kemajuan bangsa. Forum ini diselenggarakan secara simultan di tiga wilayah strategis—Kota Ho Chi Minh, Delta Mekong, dan Nha Trang—guna membangun jejaring kolaboratif antara akademisi, pelaku industri, dan masyarakat.

Salah satu terobosan paling mencolok dalam konferensi ini adalah robot laut berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk kawasan pesisir. Dikembangkan menggunakan ribuan citra bawah air, sistem ini mampu merekonstruksi ruang tiga dimensi dengan tingkat akurasi mencapai 90,4 persen. Teknologi tersebut diproyeksikan untuk memantau ekosistem laut, mengawasi infrastruktur pantai, serta menyediakan sistem peringatan dini bencana alam bagi warga pesisir.

Di samping teknologi fisik, pemanfaatan Model Bahasa Besar (LLM) turut dipamerkan untuk menciptakan ruang digital imersif yang aplikatif bagi sektor pendidikan dan industri kreatif. Lebih dari 80 pakar dari berbagai penjuru dunia juga merumuskan strategi transisi hijau lintas sektor guna menyelaraskan kebijakan pemerintah dengan implementasi teknologi ramah lingkungan.

Direktur UEH, Profesor Madya Bui Quang Hung, menegaskan bahwa konferensi ini berfungsi sebagai jembatan penting yang menghubungkan teori ilmiah dengan praktik di lapangan. Menurutnya, kolaborasi interdisipliner antara peneliti, pemerintah, dan pelaku bisnis sangat krusial untuk melahirkan solusi inovatif yang berdampak langsung pada kehidupan nyata.

Masyarakat umum juga berkesempatan merasakan langsung integrasi antara seni digital dan sains modern melalui ruang pameran interaktif "FutureScape Showcase". Melalui inisiatif nyata ini, visi pembangunan kota masa depan yang layak huni dan tangguh bencana perlahan mulai bertransformasi dari konsep abstrak menjadi kenyataan.