Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memberikan tanggapan resmi terkait polemik lokasi pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang tengah menjadi sorotan hangat di media sosial. Langkah ini merespons kritik warganet yang menilai penempatan bangunan koperasi tersebut kurang lazim, seperti didirikan di kawasan pegunungan hingga letak antarkoperasi yang saling bersebelahan dekat.
Menanggapi keluhan tersebut, pria yang akrab disapa Zulhas ini menegaskan bahwa posisi fisik bangunan bukanlah persoalan mendasar. Menurutnya, tujuan utama dari kehadiran koperasi tersebut adalah untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat pedesaan, bukan sekadar persoalan letak geografisnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Kota Makassar. Ia menjelaskan bahwa target jangka panjang pemerintah adalah menyediakan satu wadah koperasi untuk setiap desa di seluruh Indonesia, guna memudahkan penyaluran berbagai program pembangunan.
Melalui Kopdes Merah Putih, masyarakat desa diharapkan memiliki akses yang lebih mudah terhadap modal usaha, pusat produksi, serta jaringan kebijakan pemerintah. Koperasi ini juga ditegaskan sebagai aset murni milik desa setempat karena didanai melalui alokasi anggaran Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), dengan inisiasi pembangunan oleh Agrinas.
Pemerintah menargetkan pembangunan fase pertama sebanyak 35.872 unit Kopdes Merah Putih dapat rampung pada Agustus 2026. Untuk mempercepat pencapaian target total sekitar 80.000 unit di tahun berikutnya, pemerintah bersinergi dan berkolaborasi erat dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI).