Sektor koperasi pertanian menunjukkan performa yang menjanjikan seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi tinggi dan digitalisasi di seluruh negeri. Hingga akhir Juni 2026, tercatat sebanyak 23.389 koperasi pertanian telah beroperasi, mencerminkan peningkatan substansial sebanyak 287 unit jika dibandingkan dengan data awal tahun. Pertumbuhan ini juga diperkuat dengan keberadaan 102 serikat koperasi yang berperan dalam memperkokoh struktur organisasi di tingkat lokal maupun nasional.
Integrasi teknologi menjadi fokus utama dalam modernisasi pertanian saat ini. Tercatat hampir 2.500 koperasi telah mengimplementasikan sistem pertanian berteknologi tinggi dan transformasi digital untuk meningkatkan produktivitas. Langkah ini terbukti efektif dalam memangkas efisiensi operasional dan memperluas jangkauan pasar. Selain itu, sebanyak 4.339 koperasi kini aktif menjembatani rantai distribusi produk dari petani langsung ke tangan konsumen, memastikan stabilitas harga dan kualitas komoditas.
Dampak ekonomi dari transformasi ini terlihat dari pendapatan rata-rata koperasi pertanian yang mencapai 2,7 miliar VND per tahun, dengan margin keuntungan bersih di kisaran 450 juta VND per tahun. Keberhasilan ini juga didorong oleh diversifikasi usaha, di mana sekitar 1.200 koperasi telah merambah sektor pariwisata pertanian dan pedesaan, serta 2.169 koperasi berhasil memiliki produk unggulan berbasis OCOP (One Commune One Product).
Partisipasi masyarakat dalam sistem koperasi juga mencapai angka impresif, yakni 4,15 juta anggota, yang berarti telah memenuhi 98,8% dari target nasional tahun 2026. Sinergi antara modernisasi teknologi, koordinasi rantai pasok yang terpadu, dan diversifikasi bisnis menjadi pilar utama dalam memperkuat daya saing sektor pertanian di tengah tantangan ekonomi modern.