Menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026/2027, Persebaya Surabaya mengambil langkah progresif dalam persiapan fisik pemain. Skuad Bajol Ijo menjalani serangkaian tes pengukuran performa di Stadion Gelora Bung Tomo, Kamis (9/7), sebagai bagian dari penerapan sports science modern hasil kolaborasi dengan DBL Indonesia dan Persebaya Academy.
Berbeda dengan prosedur pemeriksaan fisik konvensional, Persebaya kini mengintegrasikan teknologi VALD Performance ke dalam kurikulum latihan mereka. Perangkat canggih ini telah menjadi standar operasional di berbagai klub elite Eropa, termasuk di kancah Premier League, untuk memonitor kondisi fisik atlet secara mendalam dan terukur.
Pelatih fisik Persebaya, Diogo Carvalho, menyatakan bahwa penggunaan teknologi ini memungkinkan tim pelatih memperoleh data akurat mengenai kekuatan otot, daya ledak, hingga rasio keseimbangan fisik setiap pemain. Melalui perangkat seperti ForceDecks, ForceFrame, dan NordBord, pelatih dapat mendeteksi ketidakseimbangan otot atau gejala kelelahan yang berisiko menyebabkan cedera jangka panjang.
Yann Mabella, penyerang anyar Persebaya asal Kongo, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, pemahaman mendalam mengenai kondisi tubuh melalui data sangat membantu pemain dalam menjaga kebugaran di tengah padatnya jadwal pertandingan. Senada dengan hal tersebut, kiper utama timnas Indonesia, Ernando Ari, menambahkan bahwa hasil tes ini menjadi acuan krusial bagi pelatih dalam meracik porsi latihan yang sesuai dengan kebutuhan individu setiap pemain.
CEO Persebaya, Azrul Ananda, menegaskan bahwa investasi pada perangkat teknologi merupakan komitmen klub untuk membangun fondasi jangka panjang yang lebih profesional. Integrasi data ini tidak hanya berfokus pada kesehatan pemain, tetapi juga mencakup sistem pendukung lainnya seperti analisis performa dan scouting, demi membawa Persebaya mencapai target maksimal di musim mendatang.
Langkah Persebaya ini sejalan dengan tren pengembangan sepak bola nasional yang saat ini mulai gencar mengadopsi instrumen sports science. Sebagaimana yang diperkenalkan PSSI dalam berbagai lokakarya medis, pemanfaatan teknologi berbasis data telah menjadi standar baru yang diwajibkan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sepak bola Indonesia di level yang lebih tinggi.