Masyarakat Kota Batu kini dapat mengakses informasi seputar kesehatan reproduksi dan program Keluarga Berencana (KB) secara lebih mudah dan mandiri. Inovasi ini hadir berkat kolaborasi antara mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 14 Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batu serta Ikatan Penulis Keluarga Berencana. Mereka meluncurkan E-Modul Kemendukbangga dan Kesehatan Reproduksi berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG) digital.

Untuk memastikan program ini menjangkau seluruh lapisan masyarakat, media edukasi berupa brosur dan spanduk yang dilengkapi kode QR disebarkan ke sejumlah titik strategis. Sarana fisik tersebut kini telah tersedia di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Bumiaji, Desa Junrejo, dan Kecamatan Batu. Melalui pemindaian kode QR menggunakan ponsel pintar, masyarakat maupun penyuluh lapangan dapat langsung mempelajari seluruh materi edukasi tanpa dipungut biaya.

Perwakilan Divisi Acara KKN-T 14 FIA UB, Ellena Elisanora Budiman, menekankan pentingnya modul digital ini dalam mengubah paradigma masyarakat tentang Keluarga Berencana. Menurutnya, program KB tidak sekadar membatasi jumlah anak, melainkan sebuah strategi terencana demi mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, berkarakter, serta sejahtera di masa depan.

E-Modul ini memuat tiga pilar utama edukasi. Pilar pertama berfokus pada pencegahan kondisi kehamilan berisiko tinggi yang dikenal dengan istilah "empat terlalu"—yaitu usia terlalu muda, terlalu tua, jarak kelahiran terlalu dekat, dan jumlah anak yang terlalu banyak. Sementara pilar kedua mengulas secara mendalam berbagai pilihan kontrasepsi sesuai kebutuhan, mulai dari Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti IUD dan implan, hingga metode non-MKJP seperti suntik, pil, dan kondom.

Selain edukasi medis, pilar ketiga dalam modul ini memuat panduan navigasi layanan publik. Bagian ini merinci enam tahapan prosedur pelayanan, persyaratan dokumen administrasi seperti KTP dan BPJS, hingga pemetaan fasilitas kesehatan terdekat di wilayah Batu, Bumiaji, dan Junrejo. Tim mahasiswa juga secara aktif mendampingi masyarakat melalui sosialisasi langsung di Posyandu dan balai desa guna memastikan warga memahami cara pemanfaatan teknologi digital tersebut secara mandiri.