Perusahaan teknologi kecerdasan buatan terkemuka, OpenAI, resmi merambah pasar perangkat keras dengan meluncurkan produk komersial pertamanya yang diberi nama Codex Micro. Bekerja sama dengan produsen keyboard mekanis Work Louder, perangkat pengendali mini ini dibanderol dengan harga US$230 atau sekitar Rp4,1 juta dan dirancang khusus untuk mendukung operasional agen AI Codex dalam pengembangan perangkat lunak.

Codex Micro, yang memiliki kode resmi kbd-1.0-codex-micro, berfungsi sebagai pusat kendali fisik bagi para pemrogram. Perangkat ini memungkinkan pengguna untuk memantau interaksi dengan agen kecerdasan buatan secara langsung. Melalui indikator lampu RGB terintegrasi, pengguna dapat melihat status kinerja AI secara real-time, seperti saat sistem sedang berpikir (thinking), berjalan (running), menunggu instruksi (waiting), hingga selesai memproses tugas (done).

Dari segi spesifikasi fisik, keyboard mini ini dilengkapi dengan 13 tombol mekanis yang dapat diprogram, satu sensor sentuh, tombol putar (rotary encoder), serta joystick planar. Kombinasi fitur ini dirancang untuk mempermudah alur kerja pemrograman yang kompleks, mulai dari meninjau permintaan penarikan kode (pull request), melakukan pelacakan kesalahan (debugging), hingga merestrukturisasi kode (refactoring).

Untuk meningkatkan kenyamanan kerja, Codex Micro juga menyediakan tombol khusus untuk menyetujui atau menolak perubahan kode secara cepat, fitur push-to-talk, serta tombol pintas untuk memulai sesi percakapan baru dengan AI. Perangkat nirkabel ini mendukung konektivitas Bluetooth dan kabel USB-C, serta sepenuhnya kompatibel dengan sistem operasi macOS dan Windows.