TULANG BAWANG BARAT – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Lampung memperketat pengawasan terhadap proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tulang Bawang Barat (Tubaba). Langkah ini dilakukan guna memastikan proyek strategis di bidang kesehatan tersebut berjalan sesuai rencana dan bebas dari penyimpangan anggaran.

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Lampung, Agus Setyawan, bersama tim auditor mendampingi Penjabat Bupati Tulang Bawang Barat, Novriwan Jaya, meninjau langsung progres fisik di lapangan. Kunjungan kerja ini berfokus pada monitoring kualitas konstruksi, ketepatan waktu pengerjaan, serta transparansi administrasi pembangunan gedung rumah sakit tersebut.

Proyek mercusuar ini didanai oleh Kementerian Kesehatan RI melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Tahun Anggaran 2026. Dengan total nilai investasi mencapai Rp128 miliar, fasilitas medis ini ditargetkan selesai dan siap beroperasi pada akhir tahun 2026.

Bupati Tubaba, Novriwan Jaya, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang kuat antara Kementerian Kesehatan, BPKP Lampung, serta seluruh elemen yang terlibat. Menurutnya, kehadiran tim pengawas eksternal sangat penting agar realisasi pembangunan fisik rumah sakit ini sejalan dengan standar mutu yang telah ditetapkan.

Keberadaan RSUD Tubaba yang baru diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas dan mutu layanan medis bagi masyarakat setempat. Dengan fasilitas yang lebih lengkap dan modern, pemerintah daerah optimistis kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Tulang Bawang Barat akan mengalami peningkatan yang signifikan.