Pemerintah Kota Makassar kini tengah mengupayakan strategi baru dalam pengelolaan sampah perkotaan dengan melirik teknologi pengolahan sampah organik bernama SOMYA. Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, melakukan kunjungan kerja langsung ke PT Enviro Mas Sejahtera di Denpasar, Bali, pada Minggu (5/7/2026), untuk meninjau efektivitas mesin tersebut.
Teknologi yang dikembangkan oleh AA Ngurah Panji Astika ini menawarkan solusi pengelolaan sampah berbasis sumber. Mesin SOMYA diklaim mampu mereduksi volume sampah organik hingga 95 persen dan memprosesnya menjadi kompos berkualitas hanya dalam kurun waktu delapan jam. Keunggulan ini dinilai krusial untuk mengurangi ketergantungan kota besar terhadap Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Aliyah Mustika Ilham mengungkapkan bahwa Pemkot Makassar sangat membutuhkan inovasi yang praktis dan efisien untuk menekan beban pengangkutan sampah ke TPA. Menurutnya, pemanfaatan teknologi yang ramah lingkungan dan ekonomis, seperti SOMYA, menjadi prioritas pemerintah daerah agar persoalan sampah tidak hanya selesai secara teknis, tetapi juga memberikan nilai ekonomi melalui produk kompos.
Menanggapi ketertarikan tersebut, pencipta SOMYA, AA Ngurah Panji Astika, menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi. Ia menjelaskan bahwa mesin buatannya telah dilengkapi dengan teknologi IoT dan HMI untuk mempermudah operasional. Selain efektif, teknologi ini dirancang untuk mencegah emisi gas berbahaya seperti metana dan H2S, menjadikannya model pengelolaan sampah modern yang berkelanjutan.
Kedua belah pihak kini tengah menjajaki potensi kerja sama formal. Jika hasil kajian teknis menunjukkan kesesuaian dengan kebutuhan Kota Makassar, teknologi ini direncanakan akan diimplementasikan secara bertahap di berbagai fasilitas publik sebagai langkah strategis dalam mewujudkan ekosistem ekonomi sirkular di Indonesia.