PT Bach Multi Global Tbk (BACH) tengah bersiap melakukan langkah strategis dengan melantai di bursa saham melalui mekanisme penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO). Perusahaan yang bergerak di sektor infrastruktur telekomunikasi dan sistem kelistrikan ini berencana melepas sebanyak 615 juta lembar saham ke publik.
Direktur Utama BACH, Budi Kurniawan, menyampaikan optimisme tinggi terkait aksi korporasi ini. Melalui IPO, perusahaan menargetkan perolehan dana segar berkisar antara Rp271 miliar hingga Rp307,5 miliar. Dana tersebut diproyeksikan akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, pelunasan utang, serta meningkatkan standar tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).
Dalam rencana bisnis jangka pendeknya, BACH berencana mengalokasikan sebagian besar dana hasil IPO untuk belanja modal, khususnya pengadaan genset baru dengan total kapasitas 50 Megawatt (MW). Penambahan aset ini nantinya akan dioptimalkan melalui skema penyewaan maupun penjualan langsung, yang diharapkan mampu mendongkrak performa keuangan perusahaan secara signifikan pada akhir tahun 2026.
Keputusan strategis ini merupakan langkah konkret BACH dalam memperluas cakupan bisnis sekaligus memperkuat posisi tawar perusahaan di industri sistem kelistrikan nasional. Dengan dukungan modal baru, BACH berkomitmen untuk mengakselerasi pertumbuhan operasional di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur listrik dan telekomunikasi di tanah air.