Indonesia dan India secara resmi memperkuat kemitraan strategis melalui penandatanganan 16 nota kesepahaman dalam pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Narendra Modi di Istana Merdeka. Fokus utama kesepakatan ini menyasar sektor kesehatan, dengan komitmen India untuk memfasilitasi suplai produk farmasi berkualitas tinggi namun dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

Perdana Menteri Modi menegaskan bahwa langkah ini bukan hanya soal distribusi produk, melainkan juga mencakup pengembangan sumber daya manusia di bidang medis. India berencana memberikan dukungan penuh dalam peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui program pelatihan intensif bagi dokter serta tenaga medis profesional di Indonesia.

Selain kerja sama di sektor kesehatan, kedua negara juga menyentuh aspek ketahanan pangan dan pengembangan teknologi. India berkomitmen membagikan inovasi benih gandum unggul serta teknologi pertanian berkelanjutan. Di ranah ilmu pengetahuan, kolaborasi antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Indian Space Research Organisation (ISRO) turut diperpanjang guna memperluas pemanfaatan teknologi antariksa untuk tujuan perdamaian.

Kunjungan kenegaraan PM Modi yang berlangsung selama tiga hari ini mencakup spektrum kerja sama yang sangat luas, meliputi sektor pertahanan, energi, budaya, hingga riset pengembangan SDM. Usai menuntaskan agenda kenegaraan di Jakarta, lawatan tersebut akan dilanjutkan ke Yogyakarta dengan agenda kunjungan ke kawasan bersejarah Candi Prambanan.