Pemerintah Komune Ben Cau baru saja menyelenggarakan seminar strategis mengenai tata kelola lingkungan dan adaptasi perubahan iklim. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara Akademi Politik Nasional Ho Chi Minh, Sekolah Politik Provinsi, serta jajaran otoritas setempat untuk menyinergikan peran kepemimpinan partai dengan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Delegasi dari Akademi Politik Nasional Ho Chi Minh, yang dipimpin oleh Prof. Madya Dr. Le Van Chien, memberikan pendampingan terkait penguatan kebijakan mitigasi bencana dan transformasi ekonomi hijau. Selama ini, Komune Ben Cau telah mengintegrasikan agenda perlindungan lingkungan ke dalam program kerja tahunan, termasuk pengawasan ketat terhadap fasilitas industri di Zona Ekonomi Gerbang Perbatasan Moc Bai serta pengelolaan limbah pestisida pertanian.
Namun, dalam forum tersebut, Wakil Ketua Komite Rakyat Komune Ben Cau, Trinh Van Dong, menyoroti tantangan krusial yakni masuknya air limbah tercemar dari wilayah Kamboja ke dusun Rung Dau yang telah berlangsung menahun. Selain itu, fenomena periodik menghitamnya Sungai Vam Co Dong yang memicu kematian ikan menjadi sorotan serius yang hingga kini masih menjadi beban lingkungan bagi warga setempat.
Menanggapi persoalan tersebut, Dr. Vu Thai Hanh menekankan pentingnya solusi berkelanjutan melalui diplomasi lingkungan antarnegara dan peningkatan kesadaran publik. Di sisi lain, Prof. Madya Dr. Le Van Chien menegaskan bahwa perlindungan lingkungan bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Warga didorong untuk lebih aktif memantau, mendeteksi, dan melaporkan setiap potensi pelanggaran lingkungan di sekitar mereka.
Sebagai penutup, pemerintah daerah berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap keluhan warga secara transparan. Melalui penguatan tata kelola ini, diharapkan Komune Ben Cau dapat memiliki ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi ancaman perubahan iklim serta mampu menekan angka pencemaran yang berdampak langsung pada kehidupan sosial dan produktivitas pertanian warga.