Pemerintah Kota Surabaya mendesak Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Surabaya untuk segera menggelar Musyawarah Kota Luar Biasa (Muskotlub). Langkah ini diambil guna mempercepat pembentukan kepengurusan definitif yang baru demi mengoptimalkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.

Desakan tersebut mengemuka setelah Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menggelar pertemuan dengan Caretaker Ketua PTMSI Surabaya, Samsurin. Pertemuan tersebut menyepakati bahwa Muskotlub akan segera diselenggarakan pada awal Agustus di Surabaya untuk memilih nakhoda baru organisasi tenis meja di Kota Pahlawan.

Dalam kesempatan tersebut, Armuji menyoroti penurunan prestasi tenis meja Surabaya yang dinilai kontradiktif dengan potensi besar yang dimiliki kota ini. Ia mengungkapkan adanya masalah serius pada sistem seleksi atlet di masa lalu yang tidak transparan dan cenderung menggunakan metode penunjukan langsung yang subjektif.

Akibat buruknya sistem rekrutmen tersebut, banyak atlet tenis meja berbakat asli Surabaya yang justru memilih memperkuat daerah lain, mulai dari Sidoarjo, Malang, Semarang, hingga Jakarta. Armuji menyayangkan eksodus atlet potensial ini dan berharap kepengurusan baru kelak dapat menghentikan tren tersebut melalui pembinaan yang lebih adil.

Sebagai salah satu tuan rumah Porprov Jatim mendatang, Surabaya ditargetkan mampu mendominasi perolehan medali emas pada cabang olahraga tenis meja. Melalui kepengurusan yang solid dan transparan pasca-Muskotlub, proses pembinaan atlet diharapkan dapat langsung berjalan efektif demi mengembalikan kejayaan tenis meja Surabaya.