Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda mengumumkan rencana pemeliharaan berkala di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Lipan pada Selasa, 28 Juli 2026. Langkah ini mencakup pengurasan endapan lumpur dan proses penenangan air guna menjaga keandalan fasilitas pengolahan. Selama proses tersebut berlangsung, distribusi air bersih ke sejumlah wilayah di Samarinda dipastikan akan mengalami gangguan sementara.
Berdasarkan jadwal resmi dari pihak manajemen, pengerjaan teknis ini akan dimulai sejak pukul 08.00 WITA dengan estimasi waktu penyelesaian sekitar 10 jam. Selama durasi tersebut, pasokan air ke rumah-rumah pelanggan di kawasan terdampak akan dihentikan secara total hingga seluruh proses pembersihan rampung dilakukan.
Beberapa wilayah yang akan terdampak pemadaman aliran air ini meliputi Kelurahan Harapan Baru, kawasan Jalan Cipto Mangunkusumo, Jalan Bung Tomo, Jalan Pelita, Jalan H.A.M. Rifaddin, hingga Jalan K.H. Harun Nafsi. Selain itu, gangguan distribusi juga diperkirakan terjadi di Kelurahan Tani Aman, Jalan Barito dan sekitarnya, kawasan Bandara APT Pranoto, serta sebagian Jalan RE Martadinata.
Asisten Manajer Humas Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Haidir Fadli, menegaskan bahwa perawatan ini sangat krusial untuk mempertahankan kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat. Endapan sedimentasi yang menumpuk di dalam bak penampungan harus dibersihkan secara berkala agar kapasitas produksi air tetap optimal dan higienis.
Menghadapi situasi ini, pihak Perumdam mengimbau warga di wilayah terdampak untuk segera menampung air bersih secukupnya sebelum proses pemeliharaan dimulai. Pihak manajemen juga berkomitmen mempercepat proses pengerjaan di lapangan agar aliran air dapat kembali normal secara bertahap setelah pemeliharaan selesai dilakukan.