PT PLN Batam kembali mendapatkan pengakuan atas komitmennya dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan. Perusahaan penyedia listrik yang melayani wilayah Batam, Rempang, dan Galang ini resmi menjadi salah satu kandidat dalam ajang nasional TOP CSR Awards 2026 setelah menjalani proses penjurian mendalam pada Rabu (13/5/2026).

Sekretaris Perusahaan PLN Batam, Rudi Antono, menyatakan bahwa perseroan kini telah mentransformasi paradigma tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Kini, CSR tidak lagi dipandang sebagai kegiatan filantropi semata, melainkan elemen strategis yang terintegrasi dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) guna menopang pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Sebagai langkah serius, PLN Batam telah membentuk Komite Sustainability pada tahun 2025 yang berada di bawah pengawasan langsung Direktur Utama. Kebijakan ini selaras dengan target nasional Net Zero Emission 2060, yang diwujudkan melalui pembangunan proyek strategis seperti PLTS Terapung berkapasitas 42 MWp di Batam, sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan melalui sertifikasi SNI ISO 37001:2016 terkait Sistem Manajemen Anti Penyuapan.

Dalam ranah pemberdayaan masyarakat, PLN Batam menerapkan konsep Creating Shared Value (CSV) yang terukur. Melalui evaluasi Social Return on Investment (SROI), program-program seperti pengembangan bioflok, konservasi mangrove, serta dukungan UMKM terbukti memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan dengan indeks SROI di atas 1,00.

Keberhasilan integrasi prinsip keberlanjutan ini juga berdampak positif pada kepercayaan publik. PLN Batam berhasil mencatatkan Indeks Kepuasan Pelanggan di angka 98,93 persen, yang menegaskan bahwa efektivitas tata kelola perusahaan berjalan beriringan dengan keandalan suplai listrik serta kontribusi nyata bagi ekosistem masyarakat di Kepulauan Riau.