Universitas Hasanuddin resmi menunjuk Prof. Sukri Palutturi sebagai nakhoda baru untuk Sekolah Pascasarjana. Penunjukan ini dipandang sebagai langkah strategis universitas dalam memperkuat posisi kelembagaan tersebut sebagai pusat unggulan pendidikan multidisiplin yang adaptif terhadap tantangan global.
Lahir di Tanatoa pada 1972, Prof. Sukri dikenal sebagai akademisi dengan rekam jejak panjang. Ia menuntaskan pendidikan sarjana hingga magister di FKM Unhas, sebelum melanjutkan studi doktoral di Griffith University, Australia. Pengalaman internasional ini menjadi landasan kuat baginya dalam mengembangkan riset di bidang kebijakan kesehatan, administrasi, hingga isu lingkungan.
Sebelum memegang amanah di Pascasarjana, ia telah menorehkan prestasi signifikan sebagai Dekan FKM Unhas. Di bawah arahannya, fakultas tersebut bertransformasi menjadi pusat kebijakan kesehatan berbasis bukti dan sukses mengimplementasikan konsep 'Healthy Cities' di berbagai daerah di Indonesia. Komitmennya terhadap tata kelola yang transparan juga dibuktikan dengan dorongan kuat untuk mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Tidak hanya piawai dalam manajerial, produktivitas ilmiah Prof. Sukri juga diakui secara luas. Dengan H-index Scopus mencapai 12 dan segudang karya tulis yang menjembatani teori akademik dengan praktik kebijakan publik, ia kerap menjadi rujukan nasional bagi pemangku kepentingan kesehatan. Kiprahnya melintasi batas kampus, terlibat dalam diskusi strategis mulai dari isu stunting hingga penguatan pelayanan kesehatan primer.
Kini, di bawah komando Rektor Prof. Jamaluddin Jompa, Prof. Sukri dihadapkan pada tugas besar memimpin Sekolah Pascasarjana. Fokus utamanya mencakup peningkatan mutu pendidikan magister dan doktor, penguatan riset lintas disiplin, serta perluasan jejaring kolaborasi internasional. Pelantikannya diharapkan mampu memberikan stimulan bagi Unhas untuk terus melahirkan inovasi yang relevan bagi pembangunan nasional.