Pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela diharapkan tidak hanya menjadi penopang ketahanan energi nasional, tetapi juga mampu menciptakan ekosistem bisnis baru yang terintegrasi di kawasan Pasifik dan Laut Arafura. Kehadiran mega proyek ini dinilai krusial untuk memperkuat sinergi pembangunan ekonomi di wilayah Indonesia Timur.
Optimisme tersebut disampaikan oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Papua, Moses Amukwaman Ratusa Buarlele, di Jakarta pada Sabtu (1/8/2026). Menurut putra daerah Kepulauan Tanimbar ini, Blok Masela memiliki potensi besar untuk memicu kolaborasi investasi yang solid antara Provinsi Maluku, Papua, dan daerah-daerah di sekitarnya.
Moses menekankan pentingnya peran aktif masyarakat lokal agar tidak sekadar menjadi penonton di tengah melimpahnya kekayaan alam daerah mereka. Ia berharap proyek skala besar ini mampu melahirkan wirausahawan muda baru di Kepulauan Tanimbar yang siap bersaing dalam iklim bisnis modern.
Dampak pengganda (multiplier effect) dari operasional Blok Masela diproyeksikan akan merangsang pertumbuhan berbagai sektor pendukung di Tanimbar, mulai dari industri perhotelan, transportasi, kuliner, hingga sektor logistik. Transformasi ini diharapkan dapat mengubah wajah Kepulauan Tanimbar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Maluku.
Guna memastikan manfaat tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat setempat, Moses meminta pemerintah daerah berkomitmen melindungi hak-hak masyarakat adat. Pemerintah juga didesak untuk mengawal implementasi kuota penyerapan tenaga kerja lokal minimal 20 hingga 30 persen bagi putra-putri daerah Tanimbar dan Maluku.
Selain penyerapan tenaga kerja, ia juga menggarisbawahi pentingnya melibatkan pengusaha daerah dalam rantai pasok proyek. Kemitraan dengan vendor utama harus membuka ruang bagi pelaku usaha lokal dalam penyediaan barang, jasa konstruksi, maupun kegiatan operasional harian.