Laporan terkini dari kawasan perbatasan Pakistan-Tiongkok menyebutkan operasi penyelamatan besar-besaran tengah berlangsung di Gunung Broad Peak. Langkah darurat ini diambil setelah longsoran salju hebat menerjang rombongan ekspedisi yang terdiri dari sepuluh pendaki di gunung tertinggi ke-12 di dunia tersebut.

Hingga hari kedua pencarian, otoritas setempat mengonfirmasi tiga pendaki ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Para korban tewas diidentifikasi sebagai Mallory Geis asal Amerika Serikat, Nadhira Ahmed Abdullah Al Harthy dari Oman, dan Pur Bahadur Gurung asal Nepal. Sementara itu, tujuh pendaki lainnya masih dinyatakan hilang di kawasan berketinggian 8.047 meter di atas permukaan laut tersebut.

Di antara daftar korban hilang yang belum ditemukan, terdapat nama Nirmal Purja, pendaki legendaris asal Nepal yang memimpin ekspedisi multinasional ini. Mantan anggota pasukan khusus Angkatan Laut Inggris (Special Boat Service) ini dikenal luas secara global setelah memecahkan rekor dunia dengan menaklukkan 14 puncak gunung di atas 8.000 meter hanya dalam kurun waktu enam bulan pada tahun 2019.

Sekretaris Jenderal Alpine Club Pakistan, Ayaz Shigri, menjelaskan bahwa tim penyelamat menghadapi tantangan berat akibat cuaca buruk dan ancaman longsoran susulan yang membayangi wilayah pegunungan Karakoram. Meski beberapa pendaki sempat terpantau melalui kamera pesawat tanpa awak (drone), status keselamatan serta lokasi pasti mereka masih belum dapat dikonfirmasi secara detail.

Guna mempercepat evakuasi, operasi penyelamatan kini diperluas dengan melibatkan relawan lokal Pakistan serta sejumlah pendaki asal Nepal yang rela menghentikan ekspedisi mereka di Gunung K2. Selain itu, helikopter militer Pakistan telah disiagakan untuk segera melakukan pemantauan udara begitu cuaca ekstrem di lokasi mulai membaik.