Kapal Rumah Sakit Ksatria Airlangga (RSKKA) resmi kembali berlayar untuk menjalankan misi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah kepulauan terpencil. Selama periode 12 hingga 25 Juli 2026, RSKKA menyasar warga di Kecamatan Bluto, Pulau Raas, Pulau Karamian, hingga Pulau Masalembu di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Program ini menjadi ujung tombak dalam memberikan akses kesehatan yang layak bagi masyarakat di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Menggunakan kapal jenis Phinisi, tim medis RSKKA membawa misi untuk menjangkau setidaknya 1.000 pasien, mengulangi keberhasilan misi-misi kemanusiaan mereka sebelumnya yang konsisten dilakukan sejak 2017.
Direktur Utama RSKKA, Agus Harianto, menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan 37 personel kesehatan yang terdiri dari tujuh dokter spesialis, 12 dokter umum, perawat, serta staf laboratorium dan radiologi. Kehadiran kapal ini memungkinkan tindakan operasi besar maupun kecil dilakukan langsung di atas kapal, sehingga warga tidak perlu lagi bertaruh nyawa menyeberangi perairan berbahaya hanya untuk mendapatkan layanan bedah di rumah sakit ibu kota kabupaten.
Dukungan nyata bagi misi ini turut datang dari Pemerintah Australia melalui program hibah peralatan medis dan logistik, serta komitmen pembiayaan dari BPJS Kesehatan. Melalui skema pendanaan Daerah Belum Tersedia Fasilitas Memadai Sesuai (DBTFMS), layanan yang diberikan RSKKA kini terintegrasi dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk wilayah 3T.
Selain tindakan kuratif, misi tahun ini juga mengedepankan pendekatan preventif melalui digitalisasi data kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Erwin Astha Triyono, menegaskan bahwa setiap pasien yang diperiksa akan tercatat secara digital. Data tersebut kemudian terintegrasi dengan sistem BPJS Kesehatan, memungkinkan pemerintah daerah untuk melakukan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat kepulauan secara berkelanjutan dan memberikan rekomendasi tindakan medis yang lebih terarah.