Upaya pencarian panjang terhadap dua pelajar asal Dusun Rejosari, Desa Krinjing, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, berakhir dengan kabar duka. Alfin Nurohmat (18) dan Yufaidin (15), yang sebelumnya dinyatakan hilang selama sepuluh hari, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kawasan Pegunungan Bismo.
Camat Watumalang, Arief Hardiyanto, mengonfirmasi bahwa jasad kedua korban ditemukan di dasar jurang sedalam 280 meter, tepatnya di area Curug Kalitelu. Penemuan ini merupakan hasil dari inisiatif personel SAR gabungan yang tetap melakukan penyisiran mandiri meski operasi pencarian resmi telah dinyatakan berakhir pada hari ke-10.
Tim evakuasi menghadapi tantangan medan yang ekstrem saat berupaya mengangkat jasad korban. Selain kedalaman jurang, faktor vegetasi hutan yang sangat lebat serta kondisi tebing curam dan licin menjadi kendala utama bagi tim dalam melakukan proses pemindahan jasad menuju posko utama.
Menurut Arief, lokasi penemuan sebenarnya sempat masuk dalam radius pencarian awal tim SAR. Namun, posisi korban yang berada jauh di dasar jurang tertutup oleh rimbunnya hutan, sehingga keberadaan mereka tidak terdeteksi pada penyisiran sebelumnya.
Peristiwa tragis ini bermula saat kedua remaja tersebut berpamitan untuk pergi ke hutan di kawasan Gunung Bismo dengan tujuan mencari ikan dan burung. Wilayah tersebut memang dikenal memiliki kontur tanah yang curam dan berbahaya, sehingga insiden ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pegunungan.