Pemerintah Vietnam secara resmi telah merilis data sementara hasil sensus ekonomi 2026, sebuah inisiatif pendataan skala besar yang menjadi landasan strategis bagi perencanaan pembangunan nasional. Data ini menjadi instrumen krusial dalam mengukur efektivitas Resolusi Kongres Partai Nasional ke-14 yang berfokus pada percepatan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
Hingga akhir tahun 2025, tercatat hampir 6,3 juta unit usaha aktif yang tersebar di seluruh penjuru negeri, mencakup berbagai skala mulai dari koperasi hingga entitas bisnis perorangan. Laporan Kantor Statistik Umum menunjukkan bahwa sektor bisnis tetap menjadi mesin utama perekonomian, dengan hampir 860.000 perusahaan menunjukkan kinerja operasional positif, atau meningkat sekitar 26 persen dibandingkan periode 2020.
Dari sisi ketenagakerjaan, sektor bisnis berhasil menyerap sekitar 17,6 juta tenaga kerja pada tahun 2025, yang mencerminkan pertumbuhan sebesar 8 persen dari tahun sebelumnya. Meskipun usaha kecil dan menengah mendominasi struktur bisnis dengan rata-rata 20 karyawan per unit, sektor perusahaan milik negara tetap memegang peran sebagai penyerap tenaga kerja terbesar dengan rata-rata 554 karyawan per perusahaan.
Secara finansial, proyeksi pendapatan bersih seluruh sektor bisnis nasional menembus angka 45 triliun VND. Pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi solid dari sektor non-negara yang menyumbang lebih dari 25 triliun VND, disusul oleh sektor investasi asing langsung (FDI) sebesar 15 triliun VND. Angka ini menegaskan resiliensi dunia usaha Vietnam di tengah tantangan ekonomi global.