Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, mengalami koreksi tajam pada penutupan perdagangan hari Kamis (23/7/2026). Penurunan signifikan ini dipicu oleh kecemasan pelaku pasar terhadap besarnya realisasi belanja teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dinilai belum sebanding dengan profitabilitasnya, ditambah lagi dengan lonjakan harga minyak mentah global yang memicu kekhawatiran inflasi baru.

Berdasarkan data perdagangan, indeks Nasdaq Composite memimpin pelemahan dengan anjlok sebesar 2,15 persen atau menyusut 553,21 poin ke level 25.137,69. Pelemahan ini diikuti oleh indeks S&P 500 yang merosot 1,21 persen menjadi 7.408,30, serta Dow Jones Industrial Average yang terkoreksi 0,97 persen ke posisi 51.711,65. Aktivitas transaksi di bursa AS tercatat mencapai 16,21 miliar saham.

Sentimen negatif di sektor teknologi terutama didorong oleh laporan keuangan kuartal kedua dari raksasa teknologi Alphabet dan Tesla yang kurang memuaskan ekspektasi pelaku pasar. Saham Alphabet, induk dari Google, terpangkas hingga 7 persen setelah mengumumkan rencana pengeluaran modal yang membengkak demi infrastruktur AI di tengah penurunan arus kas bersih. Hal ini turut menyeret indeks sektor layanan komunikasi turun hingga 5,20 persen.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik yang semakin memanas di Timur Tengah turut memperkeruh kondisi pasar keuangan global. Aksi saling serang antara militer Amerika Serikat dan Iran, serta serangan pejuang Yaman terhadap kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah, mendorong harga minyak mentah Brent menembus angka di atas US$ 100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei.

Meskipun mayoritas sektor melemah, saham-saham di industri pertahanan justru membukukan penguatan signifikan di tengah ketidakpastian global. Saham Lockheed Martin meroket 10,5 persen dan RTX naik 7,3 persen menyusul kenaikan target penjualan untuk sistem militer mereka. Kenaikan harga komoditas energi ini memicu kekhawatiran inflasi menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve pekan depan, meskipun mayoritas pelaku pasar berspekulasi bahwa The Fed masih akan mempertahankan suku bunga acuan.