Kontroversi seputar rangkaian acara Bondowoso Digital Days 2026 terus menuai sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bondowoso secara terbuka menyatakan keprihatinan mendalam terkait dugaan adanya penampilan tarian erotis dalam salah satu sesi hiburan di ajang tersebut.

Ketua PCNU Bondowoso, Muhammad Syaeful Bahar, menegaskan bahwa suguhan hiburan semacam itu sangat bertolak belakang dengan norma kesopanan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat. Menurutnya, sebagai daerah yang kental dengan nilai-nilai religius dan adat ketimuran, Bondowoso seharusnya menyajikan konten publik yang lebih mendidik dan beretika.

Pihak PCNU mendesak penyelenggara untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap konsep dan pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang. Syaeful Bahar menekankan pentingnya menjaga ruang publik agar tetap ramah untuk semua kalangan, khususnya generasi muda, dengan menghadirkan hiburan yang konstruktif dan menghormati kearifan lokal.