Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpar) menekankan peran strategis wisata olahraga atau sport tourism sebagai katalisator ampuh dalam mempromosikan destinasi wisata sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Kegiatan yang mampu menghimpun massa dalam jumlah besar ini dinilai memiliki efisiensi biaya tinggi dengan dampak ekonomi yang signifikan.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenpar, Vinsensius Jemandu, menyatakan bahwa ajang olahraga mampu menghidupkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah penyelenggaraan. Selain itu, mobilitas wisatawan antardaerah yang turut hadir dalam acara tersebut menjadi motor penggerak perputaran ekonomi yang dinamis.
Pemerintah kini terus mendorong agar setiap destinasi wisata di Indonesia mengintegrasikan kegiatan kebugaran atau wellness tourism. Pasca-pandemi, kesadaran masyarakat akan kesehatan telah bertransformasi menjadi gaya hidup, yang kemudian menempatkan sport tourism sebagai produk wisata berkualitas tinggi.
Data menunjukkan adanya pergeseran minat wisatawan. Jika sebelumnya produk wisata berbasis budaya dan alam mendominasi, kini segmen wisata buatan (man-made) seperti olahraga lari dan kegiatan kebugaran lainnya mengalami kenaikan kontribusi hingga mencapai 20 persen. Tren ini diharapkan dapat meningkatkan pengeluaran wisatawan sekaligus menambah devisa negara.
Vinsensius menambahkan bahwa fenomena positif ini juga terlihat dari perubahan perilaku generasi muda Indonesia. Saat ini, semakin banyak anak muda yang beralih dari sekadar berkumpul di kafe menjadi partisipan aktif dalam berbagai ajang olahraga. Pergeseran pola pikir tersebut dinilai sebagai indikator kuat bahwa ekosistem wisata olahraga memiliki masa depan yang cerah di tanah air.