Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, buka suara terkait ramainya perbincangan di media sosial mengenai ritual ziarah di Gunung Kawi, Kabupaten Malang. Fenomena yang sering dikaitkan dengan narasi mistis atau ritual pesugihan tersebut, dipandang Fadli sebagai realitas tradisi lama yang menjadi bagian dari mozaik keberagaman budaya di Indonesia.
Menurut Fadli, aktivitas ziarah tersebut tidak dapat serta-merta dinilai negatif. Selama kegiatan yang berlangsung tidak melanggar hukum, tidak merusak, dan tidak mengganggu kepentingan umum, maka pemerintah memandangnya sebagai dinamika sosial. Terlebih lagi, ia menekankan pentingnya aspek ekonomi yang muncul dari aktivitas ziarah, yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan tersebut.
Sejalan dengan pandangan tersebut, Bupati Malang, Rendra Kresna, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi warga Desa Wisata Gunung Kawi. Melalui tradisi seperti Gebyar Kirab 1 Suro, masyarakat setempat dinilai sukses mengemas wisata religi yang menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Menurutnya, konsistensi warga dalam menjaga kerukunan melalui kegiatan budaya patut menjadi teladan bagi daerah lainnya.
Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh melalui pengembangan infrastruktur dan sarana prasarana penunjang di kawasan tersebut. Rendra menyebutkan bahwa anggaran pariwisata telah disiapkan untuk memaksimalkan potensi Gunung Kawi sebagai destinasi wisata unggulan. Pihaknya berharap agar acara ritual tidak hanya menjadi seremoni rutin, tetapi juga mampu memberikan kesan mendalam dan pesan moral bagi setiap pengunjung yang datang.
Dalam Gebyar Kirab 1 Suro yang melibatkan ribuan peserta dan pengunjung tersebut, ditampilkan pula berbagai kesenian khas, termasuk tarian tradisional oleh ratusan penari perempuan. Upaya integrasi antara pelestarian adat istiadat dan pengembangan industri pariwisata ini diharapkan dapat terus meningkatkan kunjungan wisata sekaligus menjaga eksistensi budaya lokal di kancah nasional.