Pesatnya akselerasi transformasi digital saat ini telah menempatkan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Machine Learning, serta keamanan siber sebagai fondasi utama di berbagai sektor industri. Fenomena ini menciptakan urgensi besar di dunia kerja, di mana kebutuhan akan tenaga ahli di bidang teknologi informasi meningkat tajam, namun belum diikuti oleh ketersediaan sumber daya manusia yang mumpuni.
Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri (UNM) Kampus Rawamangun, Maruloh, menegaskan bahwa disiplin ilmu Informatika kini telah bertransformasi. Kini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mahir menulis kode program, tetapi juga harus mampu membangun pola pikir logis dalam memecahkan masalah kompleks serta merancang solusi berbasis teknologi yang solutif bagi masyarakat.
Menanggapi kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, UNM terus memperbarui kurikulum program studi Informatika agar tetap adaptif dengan perkembangan teknologi global. Fokus pembelajaran kini mencakup penguasaan data science, komputasi awan, hingga pengembangan AI, yang dipadukan dengan studi kasus nyata untuk mengasah ketajaman analisis mahasiswa.
Selain penguasaan teknis, aspek pengalaman profesional menjadi prioritas utama melalui program Internship Experience Program (IEP) 3+1. Program ini dirancang agar mahasiswa mendapatkan paparan langsung di lingkungan industri, sehingga ketika lulus, mereka tidak lagi hanya berstatus sebagai pengguna teknologi, melainkan sebagai inovator yang siap berkontribusi nyata.
Pada akhirnya, kehadiran teknologi AI bukanlah ancaman yang akan menggantikan peran manusia secara total. Sebaliknya, peran lulusan Informatika justru semakin strategis sebagai pengembang sekaligus pengawas sistem yang mampu mengarahkan teknologi menuju efisiensi yang lebih baik. Bagi generasi muda, memilih Informatika saat ini merupakan investasi masa depan untuk memimpin perubahan di era ekonomi digital.