Pemerintah Kota Tangerang terus mengintensifkan upaya promotif dan preventif kesehatan bagi warganya. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), otoritas setempat kini memperluas jangkauan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan mengadopsi strategi jemput bola yang dikenal sebagai program SABARIUNG, akronim dari Sarana Bersama untuk Pemeriksaan Kesehatan, Urun Rembuk, dan Kunjungan Rumah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai bentuk kolaborasi aktif antara puskesmas dan masyarakat. Sinergi ini diwujudkan melalui serangkaian kegiatan yang menjangkau lini terkecil, mulai dari lingkup RT/RW, posyandu, kantor kelurahan, komunitas, hingga kunjungan langsung ke rumah warga.
"Melalui Sabariung, paradigma layanan kesehatan bergeser dari yang bersifat menunggu menjadi proaktif. Petugas kesehatan kini hadir langsung di lingkungan warga, sehingga akses terhadap pemeriksaan kesehatan menjadi lebih inklusif dan mudah dijangkau," ujar dr. Dini pada Jumat (3/7/26).
Selain memberikan layanan pengecekan fisik, tim medis yang bertugas dalam program ini juga mengedukasi masyarakat terkait pola hidup sehat. Mereka turut melakukan kunjungan tindak lanjut bagi warga dengan kondisi khusus serta memastikan distribusi obat bagi pasien pengidap penyakit kronis agar keberlangsungan pengobatan tetap terjaga.
Tidak hanya menyasar permukiman, Dinkes Kota Tangerang juga memperluas jangkauan layanan CKG ke sektor pendidikan, perkantoran, dan berbagai pusat aktivitas masyarakat. Langkah strategis ini diharapkan mampu mempercepat cakupan pemeriksaan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran publik akan krusialnya deteksi dini dalam menekan risiko penyakit berbahaya.
Pihak Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk proaktif memanfaatkan fasilitas CKG yang tersedia di seluruh puskesmas maupun melalui rangkaian kegiatan jemput bola. Menurut dr. Dini, deteksi dini merupakan kunci utama agar penanganan medis dapat dilakukan secara cepat dan tepat sebelum kondisi kesehatan pasien memburuk.