Dua mahasiswa Program Studi Agribisnis PSDKU Universitas Brawijaya (UB) Kediri, Berlianti Laksmi Bestari dan Trevia Marsyanda Rizki, berkesempatan mengasah keterampilan profesional melalui program Magang Berdampak Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kegiatan ini berlangsung di PT PG Rajawali I, Unit PG Rejo Agung Baru, Madiun.
Selama menjalani program tersebut, para mahasiswa mendalami metode kultur jaringan, sebuah teknologi perbanyakan bibit tanaman modern. Fokus utama metode ini adalah menghasilkan bibit tebu yang berkualitas unggul, memiliki keseragaman genetik yang tinggi, serta bebas dari berbagai jenis penyakit, sehingga diharapkan mampu mendongkrak produktivitas sektor perkebunan tebu nasional.
Di laboratorium kultur jaringan, peserta magang terjun langsung mempraktikkan seluruh alur kerja produksi, mulai dari pengamatan pertumbuhan planlet hingga aspek kontrol kualitas. Mereka dilatih untuk mengoperasikan peralatan laboratorium standar industri, seperti Laminar Air Flow (LAF), autoklaf, dan oven, dengan tetap mengedepankan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta standar operasional prosedur yang ketat.
Berlianti menegaskan bahwa keberhasilan dalam teknologi kultur jaringan sangat bergantung pada kedisiplinan dan sterilitas kerja. Menurutnya, pengalaman ini menjadi jembatan krusial antara teori akademis di kelas dengan realita praktis di lapangan, sekaligus mengasah kemampuan analisis, kerja sama tim, dan komunikasi dalam lingkungan kerja profesional.
Kolaborasi strategis antara PSDKU Universitas Brawijaya Kediri dan dunia industri ini dipandang sebagai langkah konkret dalam mencetak lulusan yang adaptif terhadap inovasi pertanian modern. Melalui program ini, diharapkan mahasiswa mampu berkontribusi nyata dalam memperkuat daya saing industri gula Indonesia di masa depan.