Sebuah insiden tragis melanda Rong Beer Na Lat Phrao di Distrik Chatuchak, Bangkok, pada Minggu malam (12/07/2026). Kebakaran hebat yang terjadi sesaat sebelum tengah malam tersebut memicu kepanikan massal ketika api yang muncul dari dekat area panggung menyebabkan gangguan listrik dan ledakan yang disusul kepulan asap pekat di seluruh ruangan.
Hingga saat ini, tercatat 27 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 63 korban lainnya harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit, dengan 22 di antaranya dilaporkan berada dalam kondisi kritis. Penyelidikan awal mengungkapkan bahwa banyak korban ditemukan di dekat akses toilet, diduga mereka mencoba mencari jalan keluar di bagian belakang bangunan saat situasi mulai tidak terkendali.
Gubernur Bangkok, Chadchart Sittipunt, menyatakan bahwa tempat hiburan tersebut sebenarnya telah mengantongi izin operasional yang sah dan memiliki pintu darurat. Namun, otoritas terkait masih mendalami apakah fasilitas keselamatan tersebut berfungsi efektif dan dapat diakses oleh pengunjung saat kondisi ruangan gelap serta dipenuhi asap tebal.
Kesaksian awal dari salah satu musisi yang tampil saat kejadian menunjukkan adanya asap yang keluar dari panel listrik sesaat sebelum padam. Meskipun pernyataan ini belum menjadi kesimpulan resmi, Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menegaskan bahwa kepanikan pengunjung saat bergerak menuju area belakang menjadi tantangan evakuasi utama.
Tragedi di Rong Beer Na Lat Phrao ini kembali membuka luka lama terkait standar keamanan hiburan malam di Thailand. Peristiwa ini memiliki kemiripan pola dengan kebakaran Santika Club pada tahun 2009 serta Mountain B Pub pada tahun 2022. Ketiga insiden mematikan yang menelan total setidaknya 120 korban jiwa ini menunjukkan adanya kerentanan yang berulang, seperti penggunaan material interior yang mudah terbakar, sistem kelistrikan yang buruk, serta sulitnya akses jalur evakuasi dalam kondisi darurat.