Pesantren dan masjid kini didorong untuk melakukan transformasi strategis dengan mengintegrasikan sains, teknologi digital, dan kecerdasan buatan (AI) ke dalam operasionalnya. Transformasi ini bertujuan menjadikan lembaga keagamaan tersebut sebagai laboratorium sosial yang adaptif terhadap tantangan zaman, namun tetap kokoh berpijak pada tradisi tafaqquh fi al-din sebagai fondasi utama.
Gagasan tersebut mengemuka dalam diskusi panel di Sesi Pendukung Muktamar Ilmu Pengetahuan IV yang berlangsung di UIN Sunan Kudus, Jumat (26/6/2026). Forum ini mempertemukan sejumlah pakar, akademisi dari ITB, serta perwakilan dari Kementerian Agama dan praktisi pendidikan pesantren untuk membedah potensi kolaborasi antara nilai-nilai keislaman dan inovasi teknologi.
Kepala Subdirektorat Pendidikan Ma’had Aly, Machrus El Mawa, menekankan bahwa peran santri dan kiai tidak boleh lagi terbatas sebagai penjaga tradisi semata. Ia menegaskan perlunya pesantren melahirkan inovasi yang relevan tanpa mengorbankan nilai-nilai luhur keislaman. Hal senada disampaikan oleh KH Fadhlullah Turmudzi, yang mengingatkan bahwa setiap bentuk pembaruan harus dibangun di atas sanad keilmuan dan akhlak yang mapan agar memiliki keberlanjutan yang kuat.
Dari perspektif pengembangan masyarakat, akademisi ITB Agus Suharjono Ekomadyo menawarkan konsep srawung atau budaya berinteraksi sebagai modal sosial. Menurutnya, tradisi pesantren dan sains modern bukanlah dua entitas yang harus dipertentangkan, melainkan dapat saling memperkaya untuk memberikan manfaat nyata bagi umat. Integrasi ini diharapkan mampu mendorong pesantren dan masjid menjadi ruang kolaborasi yang mencakup kewirausahaan sosial, riset terapan, hingga pelayanan publik berbasis digital.
Para narasumber sepakat bahwa masa depan kemajuan peradaban Islam bergantung pada sinergi lintas sektor. Dengan memadukan pendidikan keislaman yang mendalam dan kecanggihan teknologi, pesantren dan masjid diharapkan dapat bertransformasi menjadi episentrum bagi lahirnya generasi inovatif yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat luas sekaligus menjaga keberlangsungan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.