Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi membuka turnamen bulutangkis Kapolri Cup 2026 yang berlangsung mulai 27 Juli hingga 1 Agustus 2026 di Jakarta. Perhelatan olahraga yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 ini mengusung misi besar untuk menjaring bibit atlet berprestasi sekaligus memperkuat inklusivitas di dunia olahraga tanah air.
Turnamen berskala nasional ini diselenggarakan di tiga lokasi berbeda di Jakarta, yakni GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), GOR Duren Sawit, dan GOR Kecamatan Pondok Bambu. Ribuan peserta dari berbagai kelompok usia dan latar belakang dipastikan bersaing ketat untuk memperebutkan gelar juara.
Ketua Seksi Humas dan Dokumentasi Bulutangkis Kapolri Cup 2026, Irjen Pol. Dr. Ahmad Ramadhan, menyatakan bahwa kompetisi ini dirancang bukan sekadar ajang unjuk bakat, melainkan sebagai wadah pembinaan atlet yang berkelanjutan. Melalui ajang ini, Polri berupaya menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, sportivitas, dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Demi menyukseskan gelaran ini, Polri menggandeng Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI). Kolaborasi strategis ini melahirkan beragam kategori pertandingan, mulai dari kelompok umur U-15, U-17, U-19, nomor khusus internal Polri, hingga kategori untuk atlet penyandang disabilitas.
Kehadiran kategori disabilitas menjadi sorotan utama dalam edisi Kapolri Cup kali ini. Sebanyak 70 atlet dari 10 provinsi akan bertanding di beberapa nomor klasifikasi, termasuk kursi roda, standing lower, standing upper, hingga short stature. Sekretaris Jenderal NPCI, Ukun Rukaendi, mengapresiasi langkah Polri yang untuk pertama kalinya memberikan ruang bagi atlet paralimpik di turnamen nasional kepolisian.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal PBSI, Ricky Soebagdja, menyambut positif perhelatan ini sebagai instrumen vital dalam regenerasi atlet bulutangkis nasional. Kompetisi yang menggunakan sistem gugur ini diharapkan mampu menyaring talenta muda potensial sebelum melangkah ke level internasional. Selain memperebutkan piala dan medali, para juara juga akan mendapatkan uang pembinaan.