UIN Walisongo Semarang resmi menjalin kemitraan strategis dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kerja sama ini menjadikan UIN Walisongo sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) pertama di Indonesia yang dilibatkan secara langsung dalam optimalisasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Acara peresmian kerja sama yang berlangsung di Gedung Kyai Sholeh Darat, Semarang, pada Rabu (01/07/2026) ini, dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas dan direksi BPJS Kesehatan. Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan, Dr. dr. Sutopo Patria Jati, menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan mengintegrasikan tridarma perguruan tinggi dengan tanggung jawab sosial BPJS dalam menjamin kesehatan masyarakat.

Sinergi kedua lembaga ini akan diwujudkan melalui beberapa program konkret, di antaranya pengembangan kurikulum terkait kesehatan, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik, serta program pengendalian penyakit kronis (Prolansia). Selain itu, BPJS Kesehatan juga akan membuka kesempatan bagi para akademisi di lingkungan UIN Walisongo untuk berkontribusi dalam riset kesehatan melalui program Call for Paper yang direncanakan meluncur akhir Juli mendatang.

Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. Musahadi, menyambut positif langkah strategis ini. Menurutnya, keterlibatan institusi berbasis keagamaan sangat krusial dalam membangun kesadaran masyarakat. Ia menekankan bahwa melalui pendekatan nilai-nilai agama, edukasi mengenai pentingnya jaminan kesehatan dapat disampaikan dengan lebih persuasif kepada masyarakat Indonesia yang religius.

Kedua pihak berharap MoU tersebut tidak sekadar menjadi formalitas administratif semata. Implementasi program yang terukur diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan serta meningkatkan literasi publik mengenai pentingnya jaminan kesehatan, sekaligus memperkuat peran kampus dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat secara nasional.