PT BYD Motor Indonesia baru saja menuntaskan rangkaian uji coba teknologi Dual Mode (DM) di Sumatera Utara, tepatnya melalui rute yang dikenal menantang dari Medan menuju Berastagi. Jalanan yang dipenuhi tanjakan terjal serta tikungan tajam tersebut menjadi ajang pembuktian bagi sistem penggerak andalan BYD dalam menghadapi elevasi ekstrem.
President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya perusahaan dalam mendorong adopsi kendaraan energi baru di luar Pulau Jawa. Pemilihan Sumatera Utara dinilai tepat karena karakteristik geografisnya yang merepresentasikan variasi medan di Indonesia, mulai dari kemacetan perkotaan hingga jalur lintas kota yang menuntut performa kendaraan adaptif.
Berbeda dengan sistem hibrida konvensional, teknologi DM milik BYD menerapkan konsep 'electric-first', di mana motor listrik berperan sebagai penggerak utama. Mesin konvensional hanya akan aktif sebagai pendukung untuk pengisian energi atau saat kendaraan membutuhkan torsi tambahan di jalur pendakian. Pendekatan ini diklaim mampu menghasilkan konsumsi bahan bakar yang sangat efisien, yakni mencapai 65 kilometer per liter.
Selama perjalanan sejauh 150 kilometer, sistem cerdas kendaraan secara otomatis menyesuaikan distribusi tenaga sesuai kebutuhan. Saat di jalanan datar, pengemudi merasakan sensasi berkendara yang senyap dan responsif khas mobil listrik. Sementara saat menghadapi tanjakan curam menuju dataran tinggi Berastagi, sistem memadukan tenaga motor listrik dan mesin secara mulus tanpa hentakan yang mengganggu kenyamanan penumpang.
BYD kini memperkenalkan filosofi "G.A.S.S"—yang mencakup elemen Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit—sebagai identitas utama teknologi DM mereka. Strategi ini diharapkan mampu meyakinkan konsumen di daerah bahwa elektrifikasi tetap relevan dan fungsional untuk mendukung mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh di berbagai kondisi geografis Indonesia.