PT Pertamina Lubricants (PTPL) semakin memantapkan posisinya sebagai penyokong utama sektor hulu migas nasional. Melalui pengembangan inovatif teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) dengan produk surfaktan PHR24, perusahaan ini berupaya mengoptimalkan efisiensi produksi di lapangan-lapangan minyak bumi yang telah matang atau berstatus lapangan tua.
Teknologi CEOR bekerja dengan memanfaatkan formulasi kimia khusus yang dirancang untuk meningkatkan daya sapu minyak di dalam reservoir. Langkah strategis ini tidak hanya bertujuan untuk mengejar target produksi migas nasional, tetapi juga merupakan wujud nyata transformasi perusahaan dalam menghadirkan solusi bernilai tambah tinggi di bidang specialty chemicals bagi industri energi tanah air.
Dalam ekosistem produksinya, inovasi ini lahir dari kolaborasi erat antar anak usaha Pertamina. Tim teknis Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyusun formula berdasarkan spesifikasi karakteristik reservoir, sementara PT Pertamina Lubricants menjalankan fungsi kritikal dalam proses blending dan produksi untuk menjamin konsistensi kualitas produk.
Sebagai bentuk komitmen nyata, manajemen Pertamina Lubricants telah meninjau langsung implementasi penggunaan 3.400 MT surfaktan PHR24 di Site Minas Area-A, Pertamina Hulu Rokan. Vice President Corporate Strategy & Business Development, Abdul Hafid Rasjid, menegaskan bahwa sinergi ini menjadi bukti bahwa inovasi karya anak bangsa mampu memberikan dampak signifikan terhadap performa operasional hulu migas.
Ke depannya, Pertamina Lubricants berkomitmen untuk terus memperluas kapasitas riset dan pengembangan berbasis kebutuhan industri. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk dalam negeri sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui solusi-solusi teknologi yang tepat guna dan berkelanjutan.