Marcel Radhival, atau yang populer dengan julukan Pesulap Merah, kembali mencuri perhatian publik lewat aksinya menelusuri kawasan Gunung Kawi, Jawa Timur. Lokasi yang selama ini kental dengan narasi mistis dan praktik pesugihan itu didatangi Marcel untuk menguji kebenaran berbagai pantangan yang beredar luas di tengah masyarakat.
Dalam kunjungannya yang dilakukan seorang diri pada malam hari, Marcel secara sadar menantang berbagai norma adat yang diyakini pengunjung. Ia dengan sengaja mengabaikan larangan untuk tidak mengeluh dan menolak memberikan izin kepada entitas gaib saat melintasi area hutan, dengan alasan bahwa tempat tersebut adalah domain manusia.
"Saya tidak akan melakukan ritual izin karena ini adalah dunia manusia. Jika ada pihak lain yang merasa terganggu, merekalah yang seharusnya menyingkir," tegas Marcel dalam penelusurannya yang ia unggah melalui saluran YouTube pribadinya.
Selama perjalanan tersebut, Marcel bahkan secara terbuka melontarkan berbagai keluhan fisik, sebuah tindakan yang konon dianggap tabu oleh para peziarah. Namun, hingga akhir ekspedisinya, ia mengaku tidak menjumpai aktivitas supranatural, penemuan sesajen, maupun dampak negatif apa pun yang selama ini dikhawatirkan oleh banyak orang.
Melalui eksperimen ini, Marcel menyimpulkan bahwa fenomena mistis di lokasi tersebut sering kali hanyalah konstruksi kepercayaan yang tidak terbukti secara empiris. Aksinya ini kembali menegaskan sikap konsistennya dalam membongkar praktik-praktik yang ia anggap berlandaskan takhayul tanpa dasar logis yang kuat.