Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) mencatat pencapaian signifikan dalam sektor pelayanan publik, di mana sebanyak 185 ribu warga telah memanfaatkan program jaminan kesehatan "Berani Sehat". Sejak diresmikan pada April 2025 silam, inisiatif ini dirancang khusus untuk memangkas birokrasi dan mempermudah akses pengobatan bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah tersebut.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, menyampaikan apresiasi mendalam kepada para tenaga medis saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Morowali. Menurutnya, kesuksesan program ini tidak terlepas dari dedikasi para petugas kesehatan di lapangan yang menjadi ujung tombak dalam melayani masyarakat secara langsung.
Reny menjelaskan bahwa program "Berani Sehat" kini mulai dilirik oleh pemerintah daerah lain di Indonesia sebagai proyek percontohan. Keunggulan utama dari skema jaminan ini terletak pada kemudahan administrasinya, di mana masyarakat cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Sulawesi Tengah untuk mendapatkan penanganan medis gratis secara cepat.
Lebih dari sekadar mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan yang sempat nonaktif, program ini juga mengakomodasi pembiayaan medis darurat yang tidak ditanggung oleh skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Layanan tersebut meliputi visum untuk korban kekerasan, penanganan medis bagi korban kriminalitas jalanan dan pembegalan, hingga penguatan fasilitas ambulans serta pengantaran jenazah.
Guna memaksimalkan upaya preventif, Wagub Sulteng mendorong seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) untuk menggencarkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah deteksi dini penyakit. Ia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Morowali yang aktif merevitalisasi fasilitas Puskesmas demi menjamin pelayanan kesehatan yang bermutu, cepat, dan merata.