Pemerintah Vietnam resmi menetapkan regulasi baru terkait tata kelola bisnis barang bebas bea yang akan mulai diimplementasikan pada 21 Agustus mendatang. Peraturan ini menekankan pentingnya kepatuhan ketat terhadap aspek perpajakan, administrasi, serta pengawasan bea cukai bagi setiap pelaku usaha yang bergerak di sektor tersebut.

Sesuai dengan ketentuan terbaru, barang yang diperbolehkan untuk dijual di toko bebas bea mencakup komoditas impor serta produk domestik yang diizinkan sesuai hukum yang berlaku. Seluruh inventaris wajib disimpan dalam fasilitas yang telah ditetapkan dan berada di bawah supervisi ketat pihak otoritas bea cukai. Khusus untuk produk tembakau, cerutu, serta minuman beralkohol, setiap unit wajib memiliki stempel khusus bertuliskan "VIET NAM DUTY NOT PAID" sebelum dipajang atau disalurkan kepada pelanggan.

Regulasi ini juga mengatur penanganan barang yang rusak atau kedaluwarsa, di mana pelaku usaha diwajibkan untuk melaporkan kondisi tersebut kepada pihak berwenang sebelum melakukan proses pemusnahan. Selain itu, penggunaan mata uang dalam transaksi kini lebih fleksibel dengan memperbolehkan penggunaan Dong Vietnam, Dolar AS, Euro, serta mata uang negara tetangga yang berbatasan langsung atau negara tujuan penerbangan internasional.

Pemerintah turut mempertegas kriteria pembeli yang berhak mengakses layanan bebas bea. Kelompok yang memenuhi syarat meliputi penumpang penerbangan internasional, individu dengan hak istimewa diplomatik, serta kru kapal internasional. Khusus bagi penumpang yang baru tiba, pembelian hanya dapat dilakukan di area terlarang bandara internasional sebelum melewati prosedur imigrasi akhir.