Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mengintensifkan upaya konkret dalam menekan angka stunting hingga ke pelosok desa. Langkah strategis ini ditegaskan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, saat melakukan kunjungan kerja dalam agenda percepatan penurunan stunting di Kelurahan Sakti, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sabtu (4/7/2026).

Dalam arahannya, Fatmawati menekankan bahwa stunting bukan sekadar persoalan fisik anak yang pendek, melainkan ancaman serius bagi perkembangan kognitif, produktivitas, dan kualitas SDM di masa depan. Menurutnya, keluarga merupakan garda terdepan yang paling menentukan keberhasilan dalam menciptakan generasi cerdas demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

Lebih lanjut, Fatmawati menyoroti pentingnya pola makan dengan gizi seimbang sesuai konsep 'Isi Piringku'. Ia mengingatkan para orang tua agar tidak mengganti nutrisi utama anak dengan makanan ringan, serta segera memeriksakan kesehatan buah hati ke fasilitas medis jika ditemukan gejala gangguan kesehatan berulang agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah provinsi berkomitmen memberikan pendampingan intensif selama 56 hari melalui kolaborasi antara dinas terkait, kader PKK, dan tenaga kesehatan. Program ini juga didukung dengan penyaluran bantuan nutrisi tambahan berupa susu bagi anak-anak yang menunjukkan perkembangan positif selama masa intervensi.

Selain aspek kesehatan, penguatan ekonomi rumah tangga turut menjadi fokus kunjungan tersebut. Wakil Gubernur menyerahkan bantuan bibit tanaman produktif seperti durian Musang King, durian Black Thorn, alpukat, kelengkeng, dan cabai kepada masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Luwu secara mandiri.