Publik di Kabupaten Garut belakangan diresahkan oleh beredarnya sebuah pesan berantai melalui aplikasi pesan instan WhatsApp. Pesan tersebut berisi peringatan bagi wisatawan agar menghindari kawasan Buffalo Hill, area wisata yang berdekatan dengan Gunung Papandayan, dengan klaim adanya serangan macan tutul (Panthera pardus melas) yang telah menelan korban jiwa.
Narasi yang disebarkan dalam bahasa Sunda tersebut mengajak masyarakat untuk saling menginformasikan kepada kerabat agar tidak mengunjungi destinasi wisata tersebut. Bersamaan dengan pesan itu, disematkan sebuah video yang menampilkan kondisi korban tewas dengan visualisasi yang cukup mengenaskan guna meyakinkan penerima pesan.
Setelah dilakukan penelusuran fakta, informasi tersebut secara resmi dinyatakan tidak benar alias hoaks. Konten visual yang disebarkan dalam pesan tersebut tidak memiliki keterkaitan sama sekali dengan keberadaan satwa liar di Gunung Papandayan maupun insiden serangan hewan buas.
Hasil verifikasi menunjukkan bahwa cuplikan video yang digunakan dalam pesan hoaks tersebut merupakan rekaman kejadian nyata terkait ledakan mortir aktif yang terjadi di Desa Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Peristiwa tragis yang menimpa sejumlah pemulung saat mencoba membuka mortir menggunakan palu tersebut merupakan dokumentasi lama yang sempat dirilis oleh pihak Humas Polri.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Menyebarkan kembali konten yang mengandung disinformasi, terutama yang memicu keresahan publik, dapat berdampak buruk bagi keamanan dan kenyamanan lingkungan sekitar.