Pemerintah Kota Tanjungpinang tengah menjajaki langkah strategis untuk mengatasi persoalan sampah domestik melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan. Langkah ini diwujudkan melalui pertemuan lanjutan antara Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, dengan perwakilan perusahaan energi asal Belanda, ODC Energy, guna membahas potensi kerja sama pengolahan sampah berbasis waste-to-energy.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Wali Kota tersebut dihadiri oleh Managing Business Development ODC Energy, Runa, serta Owner Harvest Waste Amsterdam, Jan Harkema. Kehadiran delegasi ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi konversi sampah menjadi sumber energi terbarukan yang sukses diterapkan di Amsterdam, sekaligus mematangkan rencana implementasinya di Tanjungpinang.
Dalam pemaparannya, pihak ODC Energy menawarkan konsep pengelolaan sampah terintegrasi yang menggabungkan wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Kolaborasi lintas daerah ini dinilai krusial agar kapasitas operasional fasilitas pengolahan sampah dapat berjalan secara optimal dan efisien.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menekankan bahwa penanganan sampah perkotaan memerlukan adopsi teknologi yang modern dan tidak merusak lingkungan. Lis juga mendukung penuh gagasan sinergi regional yang melibatkan Pemkab Bintan serta BP Batam demi mewujudkan ekosistem pengelolaan wilayah yang berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut dari audiensi ini, Pemerintah Kota Tanjungpinang akan segera menggelar rapat teknis internal. Langkah awal ini akan mencakup koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Bintan dan BP Batam guna mengkaji regulasi hukum, kesiapan lahan, kebutuhan infrastruktur pendukung, serta formulasi skema kerja sama investasi.