KEDIRI – Penurunan jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi ikonik Gunung Kelud memicu keprihatinan dari kalangan legislatif Jawa Timur. Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri untuk segera turun tangan membenahi persoalan aksesibilitas dan tingginya tarif transportasi lokal di kawasan wisata tersebut.

Aspirasi ini mengemuka secara kuat saat Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim tersebut menggelar jaring aspirasi (reses) di Desa Jagul, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Pertemuan tersebut dihadiri oleh warga dari tiga kecamatan, yakni Ngancar, Wates, dan Plosoklaten, yang sebagian besar menggantungkan roda perekonomian mereka pada sektor pariwisata Gunung Kelud.

Politisi senior yang akrab disapa Bunda Renny ini menyoroti bahwa mahalnya ongkos ojek dari pintu gerbang utama menuju area kawah menjadi salah satu kendala utama yang dikeluhkan wisatawan. Tingginya biaya tambahan tersebut dinilai memberatkan pengunjung dan membuat destinasi alam ini kehilangan daya tariknya dibanding masa kejayaannya dahulu.

Guna mengatasi persoalan ini, Renny menyatakan komitmennya untuk berkoordinasi langsung dengan Bupati Kediri dan Dinas Pariwisata setempat. Menurutnya, pembenahan tata kelola transportasi tidak bisa ditunda lagi demi memulihkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke salah satu ikon wisata alam andalan Jawa Timur tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pelaku wisata, dan masyarakat dalam mengembalikan reputasi Gunung Kelud. Renny optimistis, dengan adanya perbaikan pada sektor pelayanan dan penyesuaian tarif yang lebih rasional, perekonomian masyarakat di lereng gunung berapi aktif tersebut dapat kembali bergairah.