Bank Mandiri kembali menegaskan posisinya sebagai institusi keuangan terdepan dengan memborong sejumlah penghargaan dalam gelaran FinanceAsia Awards 2026 dan FinanceAsia Asia's Best Companies Poll 2026. Capaian ini menjadi bukti konkret atas keberhasilan bank pelat merah tersebut dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam strategi bisnis inti mereka.

Dalam ajang tersebut, Bank Mandiri mendapatkan pengakuan luas pada berbagai kategori strategis, mulai dari kualitas layanan nasabah, inovasi teknologi, tata kelola perusahaan, hingga kepemimpinan manajemen. Pengakuan ini sekaligus mengukuhkan posisi perseroan sebagai salah satu lembaga keuangan dengan daya saing tinggi di pasar global.

Senior Vice President Environmental, Social and Governance (ESG) Group Bank Mandiri, Monica Yoanita Octavia, menyampaikan bahwa penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas dedikasi seluruh insan Mandirian. Menurutnya, kesuksesan ini tidak lepas dari upaya konsisten perseroan dalam menghadirkan solusi finansial yang adaptif sekaligus berdampak bagi masyarakat luas dan investor.

Bank Mandiri menonjol pada aspek keberlanjutan dengan meraih predikat Best Sustainable Bank, Best Bank for Financial Inclusion, serta penghargaan emas untuk Most Committed to Diversity, Equity, and Inclusion (DEI). Integrasi prinsip ESG, penerapan manajemen risiko sosial-lingkungan, hingga komitmen mencapai emisi nol bersih (Net Zero Emission) menjadi pilar utama yang dinilai oleh para panel juri internasional.

Lebih lanjut, inisiatif inklusi keuangan melalui ekosistem digital seperti Livin' by Mandiri serta pengembangan jaringan branchless banking menjadi instrumen penting dalam memperluas akses perbankan ke berbagai lapisan masyarakat. Keberhasilan ini juga diperkuat dengan raihan peringkat MSCI ESG 'AA' serta skor risiko ESG dari Sustainalytics yang berada pada level sangat rendah.

Ke depan, Bank Mandiri menyatakan kesiapannya untuk terus memperkuat transformasi berkelanjutan dengan tetap memegang teguh prinsip kehati-hatian. Pihak manajemen menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis harus tetap selaras dengan upaya penciptaan nilai tambah bagi lingkungan, ekonomi nasional, dan seluruh pemangku kepentingan.